Yuhadi-Arinal Djunaidi Bermasalah, Jaringan Setnov disinyalir Kristian Chandra "Flyover MBK"

Sprindik KPK atas tersangka Setya Novanto
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Ketua Partai Golkar Bandar Lampung, Provinsi Lampung hingga Ketua Umum Setya Novanto bermasalah. Dalam catatan Kopiinstitute.com sikap arogansi dan dugaan pelecehan profesi wartawan yang ramai diperbincangkan media dalam sidak Flyover oleh Komisi III DPRD Bandar Lampung dengan terduga Yuhadi merupakan permasalahan serius yang harus disikapi secara sosial dan hukum.

Sanksi sosial pantas diberikan sebagai pembelajaran moral legislator tersebut sedang sanksi hukum juga demikian bila ancaman melaporkan Yuhadi serius dilakukan para wartawan khususnya wartawan di lingkungan DPRD Bandar Lampung. Bahkan salah satu wartawan menyebut dalam sebuah grup WhatApss bahwa terkait permasalahan flyover Yuhadi tuntas namun ia tidak menjelaskan maksud kata tuntas yang disebutkannya.

Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi juga pernah bermasalah dengan wartawan atas sikap arogansinya saat menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung. Kedua ketua ini terkesan memiliki sikap dan mental preman.

“mereka elit politik bermental preman bersikap arogan,” ujar Randi, simpatisan Golkar, Senin (6/11/2011).

Sementara, Ketua Umum Setya Novanto  setelah memenangkan praperadilan atas KPK, kini kembaliditetapkan tersangka berdasarkan Sprindik nomor 113/01/10/2017 tanggal 31 Oktober 2017 yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Penindakan KPK, Aris Budiman.

Disisi lain, terkait permasalahan Flyover MBK dengan ditemukannya retakan oleh Komisi III DPRD Bandar Lampung disinyalir berkaitan dengan seorang pengusaha sekaligus pengacara Kristian Chandra yang ditengarai merupakan jaringan Setya Novanto. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi meski sudah berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon. Pesan singkat pun juga tidak dibalas.(wn)

Post a Comment

0 Comments