14 Desember 2017

Bank BTPN Tidak Pernah Tolak Nasabah

SHARE
Ilustrasi 
Bandarlampung - Branch Manajer Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Izzudin menjelaskan, pihaknya tidak pernah menolak nasabah yang akan melunasi pinjaman, hal itu diungkapkan menanggapi adanya informasi nasabah yang tidak dapat melakukan pelunasan pada bulan Desember 2017.

"jangan salah faham karena disini pelunasan ramai, sudah lihat kan dibawah itu setiap hari yang melunasi itu ada sekitar 5 sampai 10 orang jadi kalau ada yang mau melunasi bulan ini kita tunda bulan depan, jadi bukan kita tidak boleh melunasi bulan ini, boleh boleh saja tapi ada menurut antrian sebab setiap bulan ada sekitar 100 nasabah yang melakukan pelunasan," ujar dia saat dikonfirmasi dikantornya, Kamis (14/12)

Di dalam melunasi pinjaman, sambungnya, nasabah bernama Emi bukan ditolak tapi disarankan pada minggu kedua Januari 2018. "makanya nasabah kami bernama Ibu Emi dia datang langsung mau melunasi ya tidak bisa, kasihan nasabah yang lama sudah nunggu, gitu gak ada cerita kita menahan," lanjut dia

Izzudin menjelaskan proses pelunasan pinjaman di Bank BTPN memerlukan proses hingga tiga jam yakni selain proses administrasi juga ada proses laporan ke pusat.

Berita ini dimuat atas adanya nasabah yang menyebut dirinya ditolak pihak bank karena ingin melunasi pinjaman di bank tersebut, nasabah ini sekaligus ingin mengambil SK pensiun dan mengatakan pihak bank mempersulit dengan alasan harus menunggu tahun depan.

" Pak Izuddin yang menjabat Branch Manajer Bank BTPN mengungkapkan alasan sudah tutup buku dan menunggu tahun depan saja," ujar nasabah 

Hal itu jelas diduga telah terjadi pelanggaran UU Perbankan. Pasalnya tidak ada dalam aturan kontrak sampai harus menunggu tahun depan atau alasan tutup buku.

Karena tutup buku atau klosing terakhir tanggal 25 Desember 2017.Seperti diketahui nasabah Bank BTPN Bandar Lampung An. Emi Sabaryanti dengan nomor Kontrak 0006150914106 dengan jumlah pinjaman Rp. 145 juta akan melunasi pinjamannya dan sekaligus mengambil SK PNS yang di gadaikan  namun belum bisa karena menunggu tahun depan dengan alasan tutup buku.

Kepala OJK Lampung Indra Krisna saat di konfirmasi meminta nasabah agar membuat surat yang ditujukan ke Bank BTPN dan di tembuskan ke OJK agar dapat di lakukan proses selanjutnya.

"buat surat ke Bank nya dan Cc kan ke OJK ya pak. Nanti kami akan proses dan memanggil pihak bank guna klarifikasi," ungkapnya.(Wendri)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: