5 Desember 2017

Cuaca Ektrem Jelang Libur Natal Dan Tahun Baru PT.KAI Mulai Antisipasi

SHARE
Ilustrasi Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Jelang Libur Natal Dan tahun Baru

JAKARTA – Menghadapi libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, PT Kereta Api Indonesia atau KAI saat ini tengah mempersiapkan berbagai kebijakan, Apalagi saat ini cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Hal tersebut  diungkapkan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan hal tersebut usai melaporkan harta kekayaannya di Kantor KPK, Selasa 5 Desember 2017.

Dikutip dari Viva, Edi mengaku telah mengingatkan jajarannya supaya siaga dengan cuaca ekstrem yang dapat terjadi saat momen liburan tersebut.

"Kami juga sedang mewaspadai karena sekarang ini cuaca lagi ekstrem, kemarin di Kutoarjo kan sampai satu meter di atas cop, Yogyakarta longsor, kemudian di Bumiwaluya (Jawa Barat) delapan titik longsor. Nah ini saya minta semua pasukan kereta api supaya ke lintas untuk menjaga hal-hal seperti ini karena nanti manakala Natal dan Tahun Baru takutnya hujannya lebih ekstrem,".
lanjut Edi, PT KAI sampai saat ini masih memantau sejumlah daerah,  rawan bencana yang kebetulan dilintasi rel kereta api.

"Yang kami amati sekarang adalah penjaga daerah rawan gangguan, gangguan itu ada longsor banjir, kemudian amblas itu 3 (lokasi) itu selalu diamati sama JPJ, juru penilik jalan,".
Lebih jauh edi menambahkan  PT KAI telah mempersiapkan dan menyiagakan sejumlah perlengkapan untuk antisipasi bencana. Kesiapan diperlukan sebagai pencegahan serta cepat dalam mengatasi masalah.
"AMUS (alat material untuk siaga) kami siapkan, kemudian stand by genset sudah kami siapkan, lokomotif yang stand by juga telah kami persiapkan, nanti pada saatnya semua daerah operasi itu pasti siap," kata Edi.

Di samping itu, PT KAI juga sudah mengantisipasi lonjakan penumpang saat musim liburan nanti. Ia memastikan akan menyediakan kereta serta gerbong tambahan untuk para pemudik dan penumpang lainnya di libur akhir tahun. 

"Jelang Natal dan Tahun Baru memang kami siapkan nanti (kereta dan gerbong tambahan), kami mulai piket tanggal 22. Memang kami berikan kereta tambahan atau train seat tambahan, biasanya lonjakan lima persen. Dan masyarakat sudah bisa beli tiketnya sih dari sekarang ya, kan 90 hari sebelum hari H,"

Untuk mengantisipasi penumpukan antrean membeli tiket kereta, Edi mengatakan, masyarakat dianjurkan untuk sedini mungkin membelinya. Dia pun mengingatkan penumpang tidak membawa barang berlebihan saat menaiki kereta. 


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: