Irak :'Perang melawan ISIS telah berakhir'

 
Ilustrasi Irak Klaim Perang melawan ISIS telah berakhir
IRAK - Irak mengumumkan perang melawan ISIS telah berakhir. Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan dalam keterangan pers di Baghdad, bahwa pasukan militer Irak saat ini menguasai secara penuh perbatasan Irak-Suriah
Sejumlah wilayah perbatasan itu merupakan yang terakhir dikuasai ISIS, setelah kehilangan kekuasaan di Rawa pada November lalu.

Pada Sabtu (09/12) lalu, Abadi mengatakan "Pasukan kami telah sepenuhnya menguasai perbatasan Irak-Suriah dan karena itu saya mengumumkan berakhirnya perang melawan Daesh [ISIS].
"Musuh kami ingin menghancurkan peradaban kami, tetapi kita telah menang dengan persatuan dan tekad kita. Kami meraih kemenangan dalam waktu singkat." Dilansir dari bbc Indonesia.

Pasukan Irak mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Irak telah "benar-benar bebas" dari ISIS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa warga Irak yang tinggal dibawah "kekuasaan yang brutal" para jihadis, kni bebas.
"Amerika Serikat bersama dengan pemerintah Irak menekankan bahwa kebebasan Irak ini tidak berarti perang melawan terorisme, dan bahkan melawan ISIS, di Irak telah berakhir," tambah dia.
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengucapkan selamat pada PM Abadi dalam sebuah "momen bersejarah" tetapi memperingatkan bahwa ISIS masih mengancam, termasuk di perbatasan Suriah.
Bulan lalu, militer Suriah mengatakan "telah sepenuhnya membebaskan" bagian timur kota Albu Kamal, wilayah terakhir yang dikuasai ISIS di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri AS menyambut berakhirnya "pendudukan yang keji" dari kelompok ISIS di Iraq dan mengatakan bahwa perang terhadap kelompok ini akan berlanjut.
Pernyataan PM Irak ini disampaikan dua hari setelah militer Rusia menyatakan sudah menyelesaikan misi untuk mengalahkan kelompok yang menyebut sebagai Negara Islam itu di negara yang berbatasan dengan Suriah.

Pada Kamis lalu, kepala staf operasi Rusia Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, mengatakan: "Misi untuk mengalahkan kelompok bandit organisasi teroris Negara Islam di wilayah Suriah, yang dilakukan oleh federasi Rusia telah selesai."
Dia mengatakan militer Rusia di Suriah pada saat ini akan fokus pada pelaksanaan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian.

Kelompok ISIS menguasai wilayah yang cukup luas di Suriah dan Irak pada 2014 lalu, ketika memproklamirkan sebuah "kekhalifahan" dan memberlakukan aturannya terhadap 10 juta orang.
Namun, ISIS kemudian mengalami sejumlah kekalahan dalam pertempuran selama dua tahun terakhir, kehilangan kekuasaan atas kota terbesar kedua di Irak, Mosul pada Juli lalu dan Raqqa di Suriah yang diklaim sebagai 'ibukotanya'.

Sejumlah petempur ISIS dilaporkan menyebar ke wilayah perdesaan di Suriah dan sebagian diperkirakan melarikan diri melalui perbatasan Turki.
Kekalahan ISIS di Irak dan Suriah meningkatkan kekhawatiran bahwa anggotanya yang berasal dari negara lain akan melarikan diri ke perbatasan dan melakukan serangan di luar negeri.


Post a Comment

0 Comments