19 Desember 2017

Khamami Tak Layak Jabat Bupati

SHARE
Ilustrasi
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Lepasnya status tersangka Bupati Mesuji Khamami dari jerat hukum tindak pidana pemilu menjadi catatan kelam penegak hukum dan penegakan hukum di Provinsi Lampung, khususnya para jaksa di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Lampung.

Meski diduga ada campur tangan pihak lain, namun terlepas apapun itu Khamami dinilai tidak pantas menjabat Bupati Mesuji karena pernah menyandang status tersangka di kepolisian.

"Khamami sangat tidak pantas jadi Bupati, coba selain di audit keuangan Pemkab Mesuji dan dicek n ricek kepemilikan proyek-proyek disana juga di tes urine mendadak dan secara terbuka," ujar Aliansi Mahasiswa Anti Narkoba Lampung, Sastrawan Putra, Selasa (19/12)

Perkara Khamami adalah satu diantara perkara-perkara yang menjadi perhatian khusus publik. Proyek Pengadaan Batu Senilai 26 Miliar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji merupakan bagian dalam penanganan perkara di bagian Pidana Khusus Kejati Lampung yang juga hingga saat ini tidak ada penjelasan ke publik, apakah dilanjutkan atau dihentikan.

Penanganan perkara dalam pengembangan dugaan korupsi Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang satu-satunya pihak jelas dan terang disebutkan dalam fakta persidangan menerima aliran dana korupsi 600juta Indra Ismail, sesuai keterangan Edwar Hakim juga tidak diproses.

Ketiga perkara tersebut idealnya dijadikan reflexsi akhir tahun Kejaksaan Tinggi Lampung dan masyarakat lampung agar dapat mengetahui secara terang dan terbuka proses penegakan hukum tanpa intervensi.

Perkara-perkara ditangani jaksa di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung disinyalir kerap mendapat intervensi adik kandung Jaksa Agung RI, Loekman Djoyo Soemarto harus segera dihentikan. Pasalnya penegakan hukum sudah sangat tidak sehat sehingga diduga pihak-pihak yang tidak disukai akan dilanjutkan perkaranya sedangkan pihak yang dikenal akan dilindungi seperti Indra Ismail dalam dugaan penerima aliran dana korupsi proyek pengadaan perlengkapan siswa miskin Disdik Lampung.

Penelusuran kopiinstitute.com terhadap pihak-pihak yang mengenal “Om L” sapaan lain dari Loekman, para mantan terpidana korupsi dahulunya berkoordinasi dengan wakil bupati lampung tengah itu.

“saya mengenai beliau, ya dulu waktu kasus saya dinaikkan saya sempat jumpa tapi ya begitulah saya tidak bisa cerita banyak, toh semuanya sudah saya lupakan,” ujar mantan terpidana korupsi di Lampung ini.

Pengakuan tersebut hanyalah satu diantara perkara-perkara yang diduga diintervensi, perkara lainnya yakni penanganan kasus dugaan korupsi proyek batu Mesuji Dinas PU Kabupaten Mesuji senilai 26 miliar juga diduga diintervensi. “kalau mau jelas soal proyek batu ini coba tanya langsung ke Kabid di Dinas PU Mesuji namanya Danil, suruh dia jujur,” imbuh salah satu sumber dilingkungan Kejati Lampung.

Kemudian, terkait habisnya masa berlaku perkara Bupati Mesuji Khamami, yang sempat menjadi tersangka tindak pidana pemilu di Ditreskirmum Polda Lampung juga santer terdengan ada “deal-deal” politik dengan suatu kompensasi tertentu. 

Hingga berita ini diturunkan Bupati Mesuji Khamami tidak dapat dikonfirmasi, begitu juga dengan Kepala Dinas PU Mesuji Najmul Fikri. Sementara, Om L atau Loekan Djoyo Soemarto membantah dirinya kerap mengintervensi perkara.
“hebat betul gua kalau bisa begitu (intervensi perkara) kan, ya gak mungkin lah gua bisa ngatur perkara-perkara, ya Allah luar biasa, tadinya mau gua somasi berita itu tapi gak jadi lah,”ujar dia.(Wendri Wahyudi)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: