7 Desember 2017

Masyarakat Tagih Janji Kajati Proses Indra Ismail

SHARE
Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Syafrudin, SH.,MH.-isl
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Masyarakat Lampung menagih janji Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Syafrudin agar segera memeriksa dan memproses terduga penerima aliran dana korupsi proyek pengadaan perlengkapan siswa miskin senilai 600juta, berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang.

“kenapa hanya Indra Ismail yang tidak diproses, ada apa dengan Kejati, padahal Kajati pernah janji setelah semua tersangka diproses akan segera memproses indra ismail tapi sampai hari ini tidak diproses juga,” ujar Furwan, warga Pahoman, Bandar Lampung saat diminta tanggapan pada Kamis (7/12/2017)

Dalam kasus ini, seluruh pihak yang terlibat dalam tindak pidana korupsi proyek siswa miskin Lampung 2012 telah menjalani proses hukum setelah Pengadilan Tipikor Tanjung Karang memutus bersalah para pihak tersebut dengan pidana kurungan penjara yang bervariatif.

Bahkan, dari sejumlah nama itu ada yang sudah bebas murni setelah menjalani pidana di Rumah Tahanan (Rutan) Way Huwi, Lampung Selatan. Namun dari runut duduk perkara korupsi yang merugikan negara milyaran rupiah ini, masih tersisa satu nama yang hingga kini belum tersentuh hukum yakni Politisi Partai Golkar Indra Ismail.

Perkara korupsi yang awalnya ditangani di Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut yang saat itu Ketua Tim Satgasus Agus Khairudin hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum memanggil Indra Ismail yang saat itu menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung.

Indra Ismail diduga terlibat setelah terungkap dalam fakta persidangan menerima aliran dana korupsi sebesar 600juta dikediamannya yang diberikan langsung oleh mantan Kasubag Perencanaan Disdik Lampung Edwar Hakim sesuai keterangan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.

Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Syafrudin, menegaskan akan memproses dan memanggil terduga korupsi yang dimaksud setelah menyelesaikan proses hukum dua terdakwa yang baru proses tuntutan yakni R dan D di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang.

Menurut Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Irfan Natakusumah mengatakan, tim yang menangani perkara tersebut masih melihat perkaranya bersama Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) untuk kemudian menentukan sikap berkaitan dengan penanganan perkara proyek pengadaan perlengkapan siswa miskin 17,7 Miliar ta 2012 ini.

“Mungkin lagi breafing dulu melihat perkaranya, tim dan pak Aspidsus melapor ke pak Kajati nanti disikapi seperti apa tindaklanjut yang seperti pak Kajati pernah sampaikan itu,” ujar dia
Meskin begitu, dirinya menyatakan bahwa perkara yang ada di Kejati Lampung, terlebih Kepala Kejati pernah memberikan pernyataan yang isinya berjanji akan memproses Indra Ismail akan direalisasikan sesuai hukum yang berlaku.

“Saya rasa gelar perkara dulu lah intinya, nanti dari tim melaporkan seperti apa ke pimpinan begitu kan, dengan beitu nanti kita ekpose bagaimana menyikapi kedepannya yang seperti yang sudah pernah dijanjikan apakah memungkinkan atau enggak,” katanya.

Disisi lain, untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan terkini dari tim yang menangani langsung perkara ini, bahwa Aspidsus T.Banjar Nahor tidak pernah bersedia dikonfirmasi wartawan. Padahal, dalam satu waktu ketika konfirmasi mengenai penanganan perkara dugaan korupsi Proyek Batu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mesuji yang santer informasi terkait nama Kabid Danil, T Banjar Nahor mengaku terbuka terhadap wartawan.(wen)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: