Narkoba beredar di Diskotik

Ilustrasi 
Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko menyebut pihaknya bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI telah memantau tempat hiburan yang diduga melanggar izin operasional, khususnya karena terjadi praktik peredaran narkotika.

"Dengan sistem khusus kami ke tempat-tempat yang memang kami curigai," kata Yani di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/12).

Meski begitu, dia belum mau mengungkap lokasi mana saja yang dipantau. Salah satunya yang sudah ditindak adalah Diskotek MG Club International Tanjung Duren, Jakarta Barat.
"Sudah ada (lokasi yang dicurigai), narkoba," ujarnya.

Yani menambahkan, petugas Satpol PP yang berjumlah 4.950 orang akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak kepolisian untuk menghentikan peredaran narkoba. Operasi kemungkinan dilakukan secara terbuka atau tertutup.

"Nanti, kita akan melakukan pendataan. Ada (operasi) yang silent, ada yang terbuka. Tentu nanti kami juga akan bergabung dengan Pomdam Jaya di Guntur dan kita akan patroli dan razia rutinitas," kata Yani.

Selama ini, klaim Yani, Satpol PP sudah bekerja sama dengan Pomdam Jaya untuk mengawasi jalannya usaha hiburan.

"Pertama, kita melakukan pengecekan izin administrasinya. Kemudian, kita cek operasionalnya, baik itu jam operasionalnya maupun kegiatan dengan sistem rutinitas patroli," kata Yani dilansir dari lama cnnindonesia 
Saat ini, Diskotek MG telah disegel sementara dengan penempelan stiker penutupan kegiatan usaha sementara karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Selain diskotek, unit usaha di sana terdiri dari bar, karaoke, dan lounge.
Untuk diketahui, di Provinsi Lampung terdapat dua diskotik yakni disalah satu Hotel ternama dan di Sukaraja serta sejumlah karaoke disepanjang jalan Yos Sudarso dan Sukaraja.

Post a Comment

0 Comments