2017, Kajati Lampung Ingkar Janji

Adik Jaksa Agung, Loekman Djoyosoemarto
Bandarlampung - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Syafrudin tidak menepati janji kepada masyarakat Lampung. Janji tersebut yakni menghadapkan Politisi Partai Golkar Indra Ismail yang disebut menerima aliran dana korupsi proyek Pengadaan Perlengkapan Siswa Miskin Lampung sebesar 600juta dimuka hukum.

Demikian catatan Lingkar Studi Mahasiswa Lampung (LSML) yang diterima Kopiinstitute.com, Senin (1/1/218). "Kajati sudah mengingkari janji karena hingga akhir 2017 tidak juga memproses Indra Ismail, Jaksa harusnya tetap melakukan pengembangan terhadap perkara ini, ada apa antara Kejati dan Indra Ismail," ujarnya yang ditandatangani Ketua LSML Jef.

Kajati Lampung Syafrudin
Indra Ismail secara jelas dan terang terungkap dalam fakta persidangan menerima dana fantastis tersebut, namun diduga tidak diprosesnya mantan wakil ketua DPRD Lampung itu karena bernaung dalam satu partai bersama adik kandung Jaksa Agung Loekman Djoyosomarto santer disebut kerap intervensi perkara di wilayah hukum Kejati Lampung.

Tidak hanya itu, catatan tahunan LSM tersebut juga mengungkap perkara-perkara yang dianggap janggal yang terjadi selama 2017 diantaranya, dugaan korupsi proyek Batu Dinas PU Kabupaten Mesuji yang sempat memeriksa Kabid Dinas PU Mesuji Danil. Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi belum lama ini, Kepala Dinas PU Mesuji Najmul Fikri mengaku tidak tahu.

Kajari Bandar Lampung Hentero Cahyono
"waduh gua gak tahu tuh soal itu," katanya

Kabid Danil berdasarkan penelusuran Lingkar Studi Mahasiswa Lampung diketahui diduga memiliki hobi hiburan malam yakni karaoke disalah satu tempat hiburan malam di Bandar Lampung. Hal itu yang membuat lembaga tersebut mendesak BNN Provinsi Lampung agar dapat melakukan tes urine di Dinas PU Mesuji juga Bupati Mesuji Khamami.

"coba di tes urine di Dinas PU Mesuji," ujar dia

Perkara-perkara yang dianggap janggal lainnya diantaranya yaitu penanganan perkara dugaan korupsi dalam pembangunan Labuhan Jukung, Tindak Pidana Pemilu Bupati Mesuji Khamami, Dugaan Korupsi Flyover Kimaja-Ratudibalau yang dihentikan Jaksa tanpa alasan yang jelas.

Bekas tersangka tindak pidana pemilu Khamami
Kepala Kejati Lampung Syafrudin hingga saat ini tidak dapat dihubungi, begitu juga dengan Asisten Pidana Khusus T.Banjar Nahor dan Kepala Kejari Bandar Lampung Hentero Cahyono.(Wendri Wahyudi)

Penerima aliran dana korupsi 600juta sesuai fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang berdasarkan keterangan Edwar Hakim (mantan Kasubag Perencanaan Disdik Provinsi Lampung)

Post a Comment

0 Comments