Brigif-3 Marinir Serang Desa Gebang

Korps Marinir 
Piabung - Laut di wilayah kabupaten Pesawaran Lampung tampak tenang. Jam sudah menunjukkan pukul 01.30 WIB, Kamis (25/01/18). Pasukan pendarat Koprs Marinir dari Brigade Infanteri-3 Marinir siap didaratkan dengan dipandu oleh prajurit yang ditunjuk sebagai perenang perintis dalam keadaan senyap, yang sebelumnya mereka berenang lebih dari 400 meter dari pasukan pendarat induk.

Dalam skenario Latihan LSL III TW.IV TA. 2017, Pasukan Brigade Infanteri-3 Korps Marinir ditugaskan menguasai tumpuan pantai di wilayah peraian Lampung, khususnya di sekitar muara sungai Desa Gebang Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran yang telah dikuasai oleh kelompok separatis bersenjata. Untuk itu, 1 Batalyon prajurit petarung Brigif-3 Marinir melaksanakan Pendaratan khusus dan penyergapan terhadap kelompok separatis yang dilaksanakan secara rahasia pada waktu dini hari.

Sebelum prajurit melakukan infiltrasi, untuk mengetahui lokasi, kekuatan lawan serta kondisi alam, termasuk menentukan pantai paling ideal untuk mendarat bagi ratusan prajurit yang tergabung dalam operasi pendaratan khusus, dilaksanakan terlebih dahulu penyelidikan yang dilakukan oleh para pasukan khusus dan tim Intelijen Brigif-3 Marinir

Para infiltran atau pasukan khusus harus bisa menemukan tempat pendaratan yang tidak bisa diduga musuh. Dalam perang sesungguhnya, biasanya pendaratan khusus dilakukan di pantai dengan kondisi medan paling berat.

Salah satu syarat pendaratan khusus adalah saat air pasang agar perahu karet tidak kandas. Keadaan paling kritis bagi para pasukan pendarat, apabila mereka ditembaki dari berbagai arah saat berada di laut dimana musuh berada di darat dan tidak diketahui keberadaannya.

Dalam operasi Pendaratan Khusus yang dipimpin Komandan Batalyon Infanteri-7 Marinir Mayor Marinir Kanang Budi Raharjo M.Tr. (Hanla) ini menggunakan 20 perahu karet yang diluncurkan dari KRI Teluk Hading dengan nomor Lambung 538  yang telah lego jangkar sejauh 8 mil dari pantai pendaratan.

Setelah tumpuan pantai pendaratan dikuasai dan dipastikan aman serta perenang rintis telah bertemu dengan pasukan infiltrasi, selanjutnya memberi isyarat kepada pasukan induk pendarat untuk melakukan pendaratan. Setelah berhasil melakukan pendaratan, pasukan menuju tepat kumpul sementara sambil menunggu waktu penyerangan yang telah ditentukan oleh komandan Dansatgas Ratsus.

Dalam keadaan senyap dan gelap gulita pasukan mendekati sasaran, selanjutnya tembakan secara serentak dan mendadak dengan dentuman suara ledakan TNT sehingga keadaan tersebut sulit diantisipasi oleh lawan. Setelah sasaran dapat dikuasai, pasukan melaksanakan konsolidasi dan melaporkan pelaksanaan operasi tersebut kepada satuan atas, sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan untuk menentukan operasi lanjutan yang lebih besar lagi.

Post a Comment

0 Comments