LSM JAK Tantang Kajari Bandar Lampung

Direktur Eksekutif LSM JAK, Didi saat orasi
Bandarlampung,(Kopiinstitute.com) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korupsi (JAK) menantang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandar Lampung Hentero Cahyono untuk melakukan penyelidikan kembali terkait dugaan korupsi pembangunan flyover Kimaja-Ratudibalau.

Pasalnya, dihentikannya penyelidikan tersebut saat Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) dijabat Syafei yang kini di bui kasus korupsi. Hal itulah yang mendasari tantangan agar dibuka kembali karena tidak menutup kemungkinan dalam penghentian kasus tersebut terdapat adanya komunikasi tak etis antara pihak rekanan dan Kasipidsus.

“karena Kasipidsus lama bermasalah maka kami menduga dalam penghentian penyelidikan dugaan korupsi flyover Kimaja-Ratudibalau juga bermasalah. Sebab adanya penyelidikan tentu ada indikasi korupsinya dan tiba-tiba dihentikan hanya dengan alasan tidak ditemukan indikasi korupsi,” kata Direktur Eksekutif LSM JAK Didi, Rabu (31/1/2018)

Pihaknya menyayangkan tidak adanya upaya Kejari Bandar Lampung untuk melakukan penyelidikan pada item beton yang saat itu santer terdengar bermasalah dengan spesifikasi dan SNI. “maka dari itu kami menantang Kajari ya,”ucapnya

Terkait Press Release Kejari Bandar Lampung di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung mengenai tertangkapnya Liones Wangsa sehingga menyatakan akan menyelidiki pihak keluarga Liones yang dituding menyembunyikan DPO, ditanggapi JAK.

“buang-buang energi saja kan DPO nya sudah tertangkap, selidiki saja yang belum tertangkap,”tutupnya

Post a Comment

0 Comments