27 Januari 2018

OJK Lampung Selidiki Sumber Dana Gaji Honorer Pemkot Bandar Lampung

SHARE
Ilustrasi 
Bandarlampung - Buruknya pengelolaan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berdampak pada tidak mampu membayar gaji guru honorer di Lingkungan Pemkot sehingga beberapa hari lalu, terjadi mobilisasi massa guru yang digerakkan oleh kader-kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) melalui aksi massa agar menjadikan DBH seolah penyebab ketidakmampuan tersebut.

Padahal, publik Lampung sudah cerdas mengetahui bahwa alokasi anggaran untuk membayar gaji guru honorer yaitu APBD. Akan tetapi, anggaran nyatanya tidak ada. Kemudian, Pemkot diketahui telah membayar gaji tersebut kepada para honorer.

Namun, pembayaran yang dilakukan tersebut diduga memiliki permasalahan yakni berdasarkan informasi yang dihimpun, sumber dana yang dipakai yakni berasal dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar dan Kas Koperasi.

"Ternyata uang untuk gaji guru honorer berasal dari BPR Pasar dan Kas Koperasi Betik Gawi," ujar sumber Kopiinstitute.com

Terkait hal itu, Humas Pemerintah Bandar Lampung Parianto tidak dapat dikonfirmasi.

Terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung mengatakan tidak ada hubungan antara gaji guru honorer dengan perbankan dalam hal tanggungjawab pembayaran. Oleh karena itu, bila sumber dana yang dipakai Pemkot dari BPR dan Kas Koperasi maka pihak OJK akan menelusurinya.

"gak boleh ya karena gak ada hubungannya, nanti kita cari tahu kalau memang seperti itu ya," ujar Kepala OJK Lampung Indra Krisna, Sabtu (27/1/2018).
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: