Gudang Beras 24ton Diduga Milik Tim Mustafa Digeledah

Beras -isl
Pringsewu - Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Pringsewu memimpin penggeledahan gudang beras yang diduga menampung beras milik Tim Sukses Salah Satu Balon Gubernur Lampung di
Dusun Bulogmanis Rt 07 Rw 04 Pekon Bulogrejo Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu, Jumat (16/2/2018).
 ‎
Penggeledahan turut didampingi Fajar Fahlevi (Komisioner Panwaskab Pringsewu), Bripka Purba (LO Polres Tanggamus di Panwaskab Pringsewu), Briptu Agus (Kanit Intel Polsek Gadingrejo),  Panwascam Gadingrejo, disaksikan oleh Darwis Ekalaya (Mengaku Pemilik Beras/Mantan Ketua Apdesi Pringsewu/Calon Anggota DPRD Pringsewu dari Partai Nasdem/Tim Sukses balon Gub Mustofa), Yunan (Tim Sukses Balon Gub Mustofa), Supri (Warga Gadingrejo/Pemegang Kunci Gudang) dan Sekdes Bulogrejo. Sementara Pemilik Gudang Padi bernama Susilo. 

Supri saat ditanya oleh Panwaskab terkait beras yang ada di gudang milik Susilo adalah kepunyaannya, namun setelah dimintakan agar Gudang untuk dibuka ternyata beras tersebut kepunyaan Darwis.

Setelah didesak oleh Panwaskab mengaku beras tersebut milik Darwis Ekalaya (mantan Kakon Pasir Usir/Mantan Ketua Apdesi Pringsewu). Ia pun berkilah tidak tahu menahu asal beras sekitar 24 Ton.

Disisi lain, Yunan Tim Sukses Balon Gub Mustofa mengaku gudang beras tersebut milik keluarrga besarnya yang disewakan kepada Darwis Ekalaya. Beras yang berada di dalam gudang adalah milik dari Darwis Ekalaya dan tidak tahu menahu asal beras tersebut. 

Setelah menunggu sekitar 1 Jam, Darwis Ekalaya (mantan Kakon Pasir Usir/Mantan Ketua Apdesi Pringsewu) datang dan mempersilahkan tim dari Panwaskab untuk memeriksan gudang tersebut. 

Di dalam gudang didapati Tumpukan Beras dalam beberapa karung dan setelah karung tersebut dibuka didapati beras yang sudah dikemas dalam kemasan kantong Plastik Putih ukuran sekitar 2 Kg dengan jumlah total sekitar 20 Ton, namun dalam kemasan beras tersebut tidak ditemukan alat peraga, no urut, gambar partai dan foto calon.  

Azis Amriwan mengatakan dugaan awal Panwaskab beras akan dijadikan alat untuk kampanye, namun setelah dibuka tidak ada alat peraga kampanye dan gambar calon Gubernur. "maka dari itu untuk sementara tidak memenuhi unsur namun Panwaskab akan terus melakukan pemantauan," ujarnya 

Post a Comment

0 Comments