8 Februari 2018

Kader dan Simpatisan Partai Hanura Tubaba Tolak Menangkan Mustafa

SHARE


TULANG BAWANG BARAT (suarapedia) – Kader dan simpatisan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung juga menolak dan menghentikan aktivitas  dukungan atas rekomendasi DPP Partai Hanura terhadap pasangan Mustafa-Ahmad Jazuli (Mustafa-Aja).

Mereka akan bergerak serentak diluar partai untuk memenangkan pasangan calon yang sesuai Hati Nurani Rakyat.

“Seluruh kader dan Simpatisan Partai Hanura Tubaba dengan tegas menolak memenangkan Mustafa-Ahmad Jazuli. Ini sebagai bentuk penolakan kepengurusan DPC Partai Hanura Tubaba yang ditunjuk langsung oleh DPP Kubu Osman Sapta Odang (OSO), yaitu Rudi Dwi Purnomo dan kelompoknya,” tegas  Dewan Penasehat Partai Hanura Tubaba, Sutomo, Rabu (7/2/2018).

Akibatnya, mereka menghentikan seluruh aktivitas Partai Hanura di Tubaba dan melepas seluruh atribut partai hanura yang telah terpasang diseluruh pelosok daerah dalam waktu yang tidak dapat di tentukan.

"Seluruh Kader dan Simpatisan partai yang sejak tahun 2009 telah berkibar di Tubaba, sejak hari ini Rabu 7 Februari 2018, menghentikan seluruh aktivitas partai. Ini sebagai bentuk kekecewaan rakyat Partai Hanura, sebelum Marwah Kepemimpinan Partai Hanura di Kabupaten Tubaba kembali di tata," kata Sutomo.

Dengan tegas seluruh kader dan simpatisan Partai Hanura Tubaba siap terima risiko atas aksi yang mereka lakukan, “Jika Kepengurusan DPC Hanura tetap di nahkodai oleh Rudi Dwi Purnomo maka kami akan mengajak seluruh keluarga besar kader untuk menarik diri dari Partai Hanura, dan  kami tegaskan juga bahwa kami memang orang kecil tapi bukan orang kerdil,  kalau bukan karena suara dan tenaga orang-orang kecil ini, Partai Hanura bukan dan tidak akan jadi apa-apa,"ungkapnya.

Seperti diketahui, sempat terjadi kisruh di tubuh DPP Partai Hanura antara Ketua Umum Partai Hanura,  Jenderal (Pur) Daryatmo dan Sekjen Syaripudin Sudding dengan Ketua Umum Osman Sapta Odang (OSO) dan Harry Lontung Siregar, bukan juga sekedar adanya dua kubu Hanura yaitu kubu Manhattan atau kubu Gedung DPP Hanura, tetapi persoalan Hanura tempatnya merupakan persoalan kepemimpin dengan Hati Nuraninya, dan merosotnya marwah partai Hanura disaat menjelang Pemilu 2019.

Menurut Sutomo salah satu Dewan Penasehat Partai Hanura Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung, Aksi saling pecat di DPP Partai Hanura antara OSO dan Syaripudin Sudding, berawal dari Mosi Tidak Percaya dari 27 DPD dan 401 DPC Hanura seluruh Indonesia terhadap OSO yang memimpin Partai selama satu tahun lebih telah bertentangan dengan konstitusi partai, gaya otoriter dan tidak sesuai dengan marwah Partai Hanura, sehingga terjadi Munaslub Hanura 2018 yang dilaksanakan di gedung DPP Hanura, memutuskan pergantian Ketua Umum OSO menjadi Jenderal (Purn) Daryatmo.

" Kekisruhan itu mulai menggaduh dari DPP, turun ke DPD dan DPC setelah SK Menkumham dikeluarkan mengesahkan kepengurusan OSO dan Harry Lontung disaat waktu yang bersamaan Hanura sedang bersengketa dan menyelenggarakan Munaslub 2018, dengan kekuatan SK Menkumham kelompok OSO, secara otoriter melakukan pergantian kepengurusan diseluruh Indonesia mulai dari kepengurusan DPD hingga DPC, termasuk DPC Partai Hanura Kabupaten Tubaba atas perintah OSO," terang Sutomo.


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: