LSM GALAK Tuntut Kajari Bandar Lampung Mundur

Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Hentero Cahyono
Bandarlampung,(Kopiinstitute.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung terus mendapat sorotan akibat dihentikannya penyelidikan dugaan korupsi Pembangunan Flyover Kimaja-Ratudibalau. Pagi ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GALAK menuntut Kepala Kejari Bandar Lampung Hentero Cahyono mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu membuka kembali lidik tersebut.

“perkara itu kami yang melaporkan ya, dasar laporannya jelas karena diduga ada penyimpangan pada sejumlah item terutama beton jadi aneh kalau jaksa melakukan penyelidikan tiba-tiba bilang kalau tidak ditemukan tindak pidananya,” ujar Ketua LSM GALAK Suadi Romli, Kamis (1/2/2018)

Menurutnya, sejumlah LSM di Bandar Lampung menyesalkan sikap Kejari yang enggan menyelidiki kembali sehingga mengaku kecewa atas kepemimpinan Kajari Bandar Lampung yang dinilai memble.

“lebih baik Kajari mundur dari jabatannya kalau tidak mampu mengusut tuntas kasus tersebut,”terangnya

Terkait itu juga, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Anti Korupsi (JAK) menantang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandar Lampung Hentero Cahyono.

Pasalnya, dihentikannya penyelidikan tersebut saat Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) dijabat Syafei yang kini di bui kasus korupsi. Hal itulah yang mendasari tantangan agar dibuka kembali karena tidak menutup kemungkinan dalam penghentian kasus tersebut terdapat adanya komunikasi tak etis antara pihak rekanan dan Kasipidsus.


“karena Kasipidsus lama bermasalah maka kami menduga dalam penghentian penyelidikan dugaan korupsi flyover Kimaja-Ratudibalau juga bermasalah. Sebab adanya penyelidikan tentu ada indikasi korupsinya dan tiba-tiba dihentikan hanya dengan alasan tidak ditemukan indikasi korupsi,” kata Direktur Eksekutif LSM JAK Didi, Rabu (31/1/2018)


Pihaknya menyayangkan tidak adanya upaya Kejari Bandar Lampung untuk melakukan penyelidikan pada item beton yang saat itu santer terdengar bermasalah dengan spesifikasi dan SNI. “maka dari itu kami menantang Kajari ya,”ucapnya


Terkait Press Release Kejari Bandar Lampung di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung mengenai tertangkapnya Liones Wangsa sehingga menyatakan akan menyelidiki pihak keluarga Liones yang dituding menyembunyikan DPO, ditanggapi JAK.


“buang-buang energi saja kan DPO nya sudah tertangkap, selidiki saja yang belum tertangkap,”tutupnya



Post a Comment

0 Comments