Polres Lampung Selatan Belum Berhasil Ungkap Kasus Hilangnya Bilik Suara

LAMPUNG SELATAN - Kasus hilangnya 1.500 bilik suara di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Selatan (Lamsel) sepertinya belum menemui titik terang.

Kendati demikian, Kepolisian Resor (Polres) Lamsel terus mendalami kasus tersebut. Hingga hari ini, Rabu (28/2/18), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat telah memeriksa 3 saksi yang notabenenya staf KPUD Lamsel. Namun, reskrim masih enggan membeberkan siapa saja yang telah diperiksa.

"Sudah tiga saksi yang kami periksa. Yang jelas staf KPU, kalau namanya saya gak hafal," ungkap Kasat Reskrim Polres Lamsel, AKP Effendi saat dikonfirmasi  Rabu (28/18) melalui sambungan telepon.

AKP Effendi jug mengungkapkan, sementara ini pihaknya belum menemui titik terang terkait kasus hilangnya 1.500 bilik suara di KPUD Lamsel.

"Ini masih penyelidikan. Karena, hilangnya tanggal 12 Februari, kemudian kita langsung audit berapa yang hilang dan kemudian tanggal 23 mereka melapor ke Polres," katanya.

Saat disinggung mengenai indikasi dari kasus tersebut, AKP Effendi belum dapat berkomentar. "Sementara ini belum ada," tutupnya. 

Sementara itu Kepala Sub Bagian Umum dan logistik ,Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamsel,Asef Rujaeni SH menjelaskan, kehilangan barang logistk milik KPU tersebut diatas, telah di laporkan dan di serahkan semua kepada pihak yang berwajib.

" Semua sudah kita serahkan kepada pihak Kepolisian Resort Lamsel terkait kehilahan barang milik KPU Lampung Selatan, kita tunggu saja prosesnya, ucap pria berkacamata dan berlogat sunda itu, jelasnya sambil tersenyum simpul. (Yen).

Post a Comment

0 Comments