Aksi Erotis Tiga Waria Upaya Horison Legalkan LGBT



BANDAR LAMPUNG-Gelaran aksi erotis tiga waria saat acara Media Gathering Aniversary ke-3 Horison Hotel sontak menuai protes publik, tudingan jika managemen Hotel mendukung gerakan lesbian gay byseksual dan trans gender (LGBT) terus mengemuka bahkan sejumlah pihak meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung serta Persatuan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Lampung meninjau ulang perizinan Hotel yang sejak dibangun telah menuai sengkarut dengan pelangggaran Gerakan Sempadan Sungai (GSS) dengan menutup jalur aliran sungai Way Awi.

Ketua Umum Berantas Narkoba dan Maksiat (BNM RI) Fauzi Malanda  kepada awak media menyesalkan aksi yang dikemas managemen hotel  pada Selasa (19/03) lalu dengan menampilkan tari erotis tiga orang waria.

Ditegaskan Fauzi, adanya tontonan itu sebagai bukti jika managemen Horison mendukung gerakan kaum sodom.

 “ Aksi itu sama saja dengan mendukung gerakan LGBT, hotel Horisnon hendaknya jangan lagi menggelar aksi serupa, kalau pun ada silahkan tapi jangan di Lampung,”tegasnya.

Meski masyarakat Lampung heterogen namun sambung Fauzi, norma dan adat ketimuran tetap dijunjung tinggi.

 “Management Hotel Horison sama saja pelaku LGBT,” kata Fauzi.
Dikatakannya, Pemkot Bandar Lampung agar meninjau ulang izin Hotel jika aksi serupa terjadi kembali di Hotel Horison.

 “Sejak awal pembangunan nya sudah bermasalah, nah ini tambah lagi dengan aksi LGBT, kami akan serius mensikapi masalah ini jika managemen hotel kembali menggelar aksi serupa,”ucapnya.
Fauzi berujar, waria adalah laki-laki normal, namun karena perilaku yang lemah gemulai bukan karena dibuat-buat, karena bawaan dari lahir (gen).

Untuk itu kata Fauzi, waria bukan untuk dipertontonkan namun harus disadarkan. “Kalo dipertontonkan, sama saja mendukung LGBT,” tandasnya.

Fauzi menghimbau, ada baiknya pihak Hotel Horison memberikan hiburan atau tontonan yang mendidik. “Kan banyak penyanyi atau penari yang baik. Enggak harus waria,” tandasnya.


Post a Comment

0 Comments