Flyover Pramuka, Pengamat Dorong Penegak Hukum Selidiki Potensi Kerugian Negara

ilustrasi - foto diambil dari pemberitaan media

Bandarlampung – Retaknya Flyover di Jl Pramuka yang disebut sejumlah kalangan berpotensi membahayakan masyarakat dan pengguna jalan terus menjadi perbincangan bahkan hal itu dimuat secara running di beberapa media dan menjadi topik menarik. Petang tadi, (14/3) Komisi III DPRD Bandar Lampung yang dipimpin langsung Ketua Komisi III Wahyu Lesmono melihat langsung kondisi bangunan tepat dibagian yang mengalami keretakan.

Sontak pemandangan tersebut membuat politisi PAN itu geram bahkan sempat terlibat perdebatan dengan pelaksana lapangan rekanan dari PT Dewanto, Sutarno. Kekecewaan anggota dewan tersebut diungkapkan dihadapan Sutarno. Meski begitu, kekhawatiran semua pihak termasuk anggota dewan mendapat bantahan dari Sutarno yang bersikukuh meyakinkan bahwa flyover dalam kondisi aman. Sedangkan keretakan yang terjadi hanya bagian luar beton yang tidak berdampak fatal terhadap konstruksi bangunan secara keseluruhan.

Menurut Dosen Anti Korupsi Anshori, SH.,MH temuan adanya keretakan yang menjadi polemik sejumlah pihak sebaiknya agar tim independen segera menghitung melalui kajian konstruksi supaya dapat diketahui keamanan dan ketahanan bangunan. Selanjutnya, agar masalah yang ada tidak terus menjadi polemik, hal lain yang mesti dilakukan yakni aparat penegak hukum tanggap dengan melakukan penyelidikan untuk melihat potensi kerugian negara.

“ini kalau benar dapat jadi ancaman keselamatan pengguna jalan, dan sekaligus perlu dihitung konstruksinya agar muncul apakah negara rugi atau tidak, terakhir perlu dikaji siapa yang akan diperiksa terlebih dahulu,”ujar dia

Ansori menambahkan, mengenai konstruksi jangan hanya dilakukan pengujian pada flyover pramuka saja, sebab tidak menutup kemungkinan dalam proses pembangunan pada flyover lainnya juga terdapat dugaan perbuatan melawan hukum yang mengarah pada tindak pidana korupsi (Tipikor). “soal dugaan korupsi pasti yang pertama kali harus dipanggil Dinas PU dan kontraktornya,”pungkasnya.(ww)

Post a Comment

0 Comments