Kajati Susilo Yustinus Enggan Bicara Perkara

ilustrasi - foto-net

Bandarlampung – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Susilo Yustinus enggan bicara mengenai perkara-perkara yang ada di lingkungan Kejati Lampung. Tidak hanya bungkam soal perkara tapi ia juga belum mau berkomentar terkait perburuan buronan yang ada dalam daftar pencarian orang (DPO) jaksa.

“saya ini kan baru hari pertama jadi nanti saja ya soal itu (perkara-Red),” ujarnya saat dikonfirmasi awak media saat melaksanakan inspeksi mendadak di Kantor Kejati Lampung, senin (12/3/2018)

Padahal, mantan Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) Kejaksaan Agung (Kejagung) itu merupakan sosok yang ditunggu untuk bekerja menuntaskan tunggakan perkara, permasalahan terkait penanganan perkara serta pengejaran DPO. Sikap Yustinus tersebut tentu dapat menimnulkan asumsi publik apakah sosok pengganti Kajati Syafrudin tersebut tidak lebih garang dalam menegakkan hukum hukusnya tindak pidana korupsi (Tipikor).

Berbeda sangat kontras dengan Kajati Syafrudin ketika pertama kali diwawancarai awak media. Ketika itu, Kajati Syafrudin berapi-api dihadapan awak media bertempat dilobi Penerangan Hukum (Penkum) menyatakan dengan tegas bahwa masa kepemimpinannya akan perang melawan korupsi. “Kita nyatakan perang terhadap segala bentuk korupsi,” katanya saat pertama bertugas di Lampung.

Meski begitu, harapan masyarakat kepada Kajati Yustinus tetap besar dalam tugas penegakan hukum sehingga citra korp adhyaksa tersebut tetap positif dan jauh dari kesan negative sesuai pesan Jaksa Agung HM Prastyo. “Jangan rusak citra kejaksaan,” ucap Jaksa Agung saat melantik para Kajati yang diantaranya ada Susilo Yustinus.

Dalam melaksanakan tugasnya, menurut Forum Masyarakat Anti Korupsi (FMAK) Lampung bahwa, hal utama yang semestinya dijadikan prioritas Susilo yakni selain perburuan DPO juga perkara yang sempat menjadi polemik di masyarakat lampung diantaranya kasus dugaan korupsi proyek batu Dinas PU Mesuji senilai 26 Miliar yang belum tuntas ditangani Kajati Syafrudin. “juga harus ditelusuri dugaan kongkalikong Kejari Menggala saat perkara tindak pidana pemilu dengan tersangka Khamami waktu itu di Kejari Mengala,”tutup Koordinator FMAK Gede.

Post a Comment

0 Comments