ads
ilustrasi

Bandarlampung – Kasus dugaan tindak pidana Narkotika Michael Mulyadi agar dalam penanganan perkara lebih mengedepankan sanksi pidana. Pasalnya saat penangkapan terhadap pelaku di kamar no 322 Hotel Amalia petugas menemukan banyak barang bukti yakni Shabu-shabu, Ekstasi, Ganja, Pil Alpazolam sebanyak 8 butir, alat hisap shabu (bong) beserta tiga canglong dan tiga butir pil Kamlet.

Demikian dikatakan Pengamat Hukum Universitas Lampung Yusdianto, Rabu (21/3). Menurutnya, selain banyaknya barang bukti dari tangan tersangka, perbuatan Michael yang sempat melarikan diri juga dapat menjadi pertimbangan pihak kepolisian dan BNNP terkait persetujuan rehabilitasi.

“betul rehabilitasi adalah hak, tapi perlu dilihat juga perkaranya secara utuh. Kalau dilihat dari jumlah barang bukti ini bukan korban, dan sampai yang bersangkutan direhabilitasi maka akan melemahkan penegakan hukum terhadap pelaku Narkoba,” ujarnya

Yusdianto menambahkan, penyidik harus segera melengkapi petunjuk jaksa dalam berkas perkara agar dapat dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti (P21). “kasus ini jangan sampai terkesan lamban penanganannya. Oleh karena itu, antara penyidik dan kejaksaan harus terjalin koordinasi yang baik,”imbuhnya. Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Shobarmen tidak dapat dikonfirmasi. Begitu juga dengan pihak Kejaksaan Tinggi Lampung.

ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours