ads
ilustrasi

KEPOLISIAN harus melakukan pengembangan terhadap mantan Kasubag Protokol Bupati Tulang Bawang Barat (Tubabar) yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu dari hasil penangkapan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandar Lampung. Pasalnya barang bukti yang ditemukan dari tangan narsangka terbilang cukup besar sehingga ada kemungkinan barang tersebut diedarkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam ekpose yang digelar Polresta Bandar Lampung dipimpin langsung Kapolresta Komisaris Besar Murbani Budi Pitono didampingi Kasat Narkoba Kompol Mohammad Ali Muhaidori hanya mendengar pengakuan tersangka bahwa dirinya masuk jaringan pengedar lantaran frustasi setelah bercerai dengan istrinya namun belum mendalam terkait kemana sabu diedarkan serta siapa saja yang menjadi pelanggan tersangka.

Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad bersikap tegas terhadap ajudannya yang tersandung kasus narkoba. Tidak hanya itu, Bupati dari hasil calon tunggal saat Pilkada Tubabar itu juga menyayangkan anak buahnya terlibat Narkoba.

Terkait hal itu, elemen mendesak aparat penegak hukum melakukan tes urine tehadap seluruh pegawai negeri di Pemkab, meski dalam hitung-hitungan anggaran ternyata biaya yang diperlukan cukup besar, demi membersihkan ASN narkoba persoalan biaya bukanlah menjadi kendala berarti.

Dikonfirmasi perihal pengembangan kasus tesebut, Kasat Narkoba Kompol Mohammad Ali Muhaidori tidak dapat menjelaskan lebih jauh karena melalui sambungan telepon sehingga ia menyarankan agar dalam konfirmasi pengembangan perkara langsung menemuinya di Kantor Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung.(wen)

ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours