Narapidana Siap Nyoblos di Pilgub Lampung

ilustrasi
Bandarlampung, (Kopiinstitute.com) – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memiliki antusias tinggi menjelang pencoblosan calon gubernur/wakil Lampung pada Juni 2018. Meski sedang menjalani pidana atas perkara yang diputus bersalah oleh pengadilan namun mereka mengaku siap memberikan suara untuk para cagub Lampung dan berharap diberi kebebasan dalam menentukan pemimpin pilihannya sesuai hak politik yang dimiliki warga negara pada umumnya.


Mr.x bukan nama sebenarnya merupakan warga binaan di Lapas Kalianda mengatakan, meski dirinya belum mengetahui siapa saja para calon gubernur Lampung, akan tetapi saat pemungutan suara dirinya berharap ikut memilih. “milih dong kalau disuruh milih tapi entah siapa calon yang maju,” ujarnya saat dihubungi melalui ponsel kerabatnya, Jumat (23/3)

Kepala Lapas Kalianda Adji mengaku belum mengetahui jumlah narapidana yang memiliki hak pilih karena data masih berada di Kasubsi Registrasi Sandi. “Kalau yang berkaitan dengan Pilkada serta data-data pemilih masih di Kasubsi Registrasi,” katanya

Sama halnya dengan tahanan yang berada di Rumah Tahanan (Rutan Way Huwi) Lampung Selatan, pemuda berinisial CF ini mengaku tidak akan golput sebab ia juga berharap bisa memilih. “nanti saya juga mau milih,” kata dia kepada keluarganya saat dibesuk, kemarin pagi.

Untuk diketahui, para warga binaan dapat mencoblos apabila memiliki identitas kependudukan di Lampung. Namun hingga saat ini mereka mengaku belum mendapat sosialisasi mengenai siapa saja calon gubernur/wakil dan tata cara pemilihan. Terkait hal itu, biasanya tidak ada kampanye yang dilakukan paslon terhadap warga binaan namun agar dapat mengetahui pasangan calon, pihak penyelenggara hanya memasang poster saja.

Kemudian, harapan yang sama juga diutarakan para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (Lapas Perempuan) Way Huwi, Lampung Selatan. Harapan lainnya disamping minta ikut mencoblos, mereka minta agar pihak yang berkompeten dalam mengawasi pelayanan seperti Ombudsman Perwakilan Lampung dapat mengawasi agar pelayanan di lapas itu lebih baik, yakni meminta pengecekan pada makanan dan air yang diperuntukan bagi warga binaan.

“hari ini kan ada skrining bagi napi dan pengunjung, ini bagus karena dengan cek kesehatan bisa tahu sehat apa enggak, tapi sebenarnya kesehatan itu faktor paling penting soal makanan dan air, nah coba di cek dulu kebersihan layak atau tidak air disini, kasihan kan mereka kalau sampai air yang digunakan tidak steril, juga makanannya, bersih atau enggak, sesuai anggaran makan napi atau enggak,” ujar keluarga napi yang enggan disebut namanya saat ditemui di LP Perempuan.

Dikonfirmasi, Kepala Pengamanan LP Perempuan, Nani tidak bersedia dikonfirmasi dengan alasan bukan kewenangannya. “waduh saya gak bisa jawab karena saya cuma KPLP,” ucapnya

Data Narapidana dan Tahanan se Provinsi Lampung hampir mencapai 8000 orang yang tersebar di Lapas maupun Rutan. Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Bambang Haryono menegaskan pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan maksimal sesuai aturan kepada napi maupun tahanan.(ww)


Post a Comment

0 Comments