Pada Juni 2018, Asintel Raja Sakti Harus Temukan Satu DPO

ilustrasi

Bandarlampung – Asisten Intelijen Kejati Lampung Raja Sakti Harahap dalam waktu tiga bulan sejak resmi bertugas di Lampung sepertinya harus mengambil langkah cepat guna mempelajari latar belakang kasus dalam upaya memburu buronan jaksa.

Pasalnya, mengacu pada Instruksi Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung bahwa jaksa diberi waktu untuk mendapatkan seorang DPO dalam kurun waktu tiga bulan (per triwulan) artinya pada Juni 2018 satu orang sudah ditemukan. Terlebih, Raja Sakti mengatakan dihadapan awak media usai dirinya dilantik, akan melanjutkan apa yang sudah dijalankan pendahulunya.

Nama yang masuk daftar pencarian orang per Januari 2018 berjumlah 28 orang yang tersebar dalam daftar Kejari se Lampung. Terkait hal itu, komentar masyarakat pun beragam saat dimintai tanggapan mengenai dpo.

Yuliyanto Warga Kampung Baru, Rajabasa mengatakan jika memang ada intruksi Jamintel yang memberi tenggat waktu mencari buronan maka sebagai eksekutor tim intelijen dapat menjadikannya sebagai acuan agar terus melakukan pencarian dengan melihat waktu yang diberikan.

“ya kalau ada instruksi yang isinya harus dapat dpo per triwulan ya harus dapat karena itu intsruksi tapi kalau itu hanya sebatas imbauan Kejagung misalkan tiga bulan kedepan belum ada dpo yang ditangkap juga gak apa-apa, kita harus percaya jaksa kalau mereka itu siang malam kerja sebab nyari orang hidup itu gak mudah, apalagi kalau orang yang dicari itu tahu kalau dia lagi dicari,” ujarnya, Rabu (14/3)

Sementara, Aktifitas Mahasiswa Universitas Bandar Lampung Jefri mengatakan, masyarakat, LSM, OKP dan Pers harus memberikan waktu pada Raja Sakti untuk bekerja sebab sudah menjadi tugasnya memburu terpidana yang lari dari jeratan hukum. “Kan baru hari pertama kerja setelah dilantik jadi biarkan dia kerja dan menunjukkan kinerjanya ke masyarakat Lampung,”tuturnya singkat.(ww)

Post a Comment

0 Comments