15 Maret 2018

Ridho-Bachtiar Pelopori Distribusi Pupuk Online di Indonesia

SHARE
Ridho-Bachtiar
Bandarlampung - Lampung menerapkan pembelian pupuk secara online yang baru pertama di Indonesia. Sistem itu mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2016. Diharapkan dengan sistem pembelian pupuk online tidak terjadi permasalahan dalam distribusi pupuk dan harus sampai ke petani yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dinas terkait juga telah menggelar bimbingan teknis bagi penyuluh pertanian dan operator komputer untuk menyusun RDK online. Targetnya penyuluh mampu memahami teknologi informasi yang dipakai dalam penebusan pupuk online. Sebab, terjadi efektivitas penerapan teknologi dan kebutuhan petani.

Hal itu tentu dapat meminimalisir adanya penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi, karena esensi Pergub adalah pengamanan distrubusi agar sampai ke petani.

Terobosan ini diluncurkan pada 6 Mei 2016. Saat uji coba, ada beberapa kendala, tapi terobosan ini ternyata diminati banyak petani. Penyaluran tahap pertama, berdasarkan billing system, dilakukan di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Petani yang terdaftar dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) membeli pupuk secara online melalui Bank Lampung.

Pesanan petani terhubung ke PT Pusri dan PT Petrokimia Gresik, dua distributor pupuk. Pesanan diantar distributor ke petani. Jenis pupuk yang bisa dipesan secara online adalah urea, NPK, SP-36, dan organik. Hingga September 2016, penyaluran pupuk online mencapai 626,18 kilogram urea, 509,16 kilogram NPK, 26,51 kilogram SP-36, dan 13,2 kilogram pupuk organik, dengan total tebusan Rp 2,5 miliar.

Lampung termasuk yang terbesar mendapat alokasi pupuk bersubsidi. Hingga Agustus 2016, penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung mencapai 123 ribu ton urea, 32,8 ribu ton SP-36, 112 ribu ton NPK, 9,6 ribu ton ZA, dan 8,4 ribu ton pupuk organik.

Besarnya alokasi membuat penyaluran pupuk menjadi incaran oknum untuk diselewengkan ke sektor perkebunan. Sektor pertanian adalah yang kali pertama dibenahi Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

Ridho juga mengapresiasi petani Lampung Selatan atas keberhasilan uji coba penyaluran pupuk bersubsidi sistem online. "Uji coba secara umum berjalan baik dan lancar. Kita berharap dengan keberhasilan ini Pemerintah Provinsi dapat menerapkan sistem penyaluran pupuk online ini kabupaten lain di Provinsi Lampung," kata Ridho Juni 2017 lalu. (#)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: