Usut Secara Hukum Retaknya Flyover Pramuka

ilustrasi

Bandarlampung – Publik kembali dihebohkan adanya kabar jalan layang (Flyover) yang berada diatas ruas jalan pramuka retak. Keretakan tersebut berada pada bagian bawah beton yang mengalami keretakan disertai adanya patahan. Plat beton juga secara kasat mata tampak mulai rapuh sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat khususnya pengguna jalan.

Terkait hal itu, Plt Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar langsung ke lokasi melihat kondisi flyover guna memastikan kabar adanya keretakan. Setelah melihat secara langsung, ia membenarkan  keretakan. “begitu kita mendengar informasi flyover pramuka retak, kita langsung cek dan benar ada keretakan di plat beton ini fatal,” ujar dia, selasa (13/3)

Selanjutnya, langkah yang diambil pemerintah kota (pemkot) Bandarlampung adalah membentuk tim independen yang akan melakukan uji beton. Selain dilakukan pengecekan dan pengujian dari sisi kontruksi, pihaknya juga akan melihat dari sisi anggaran dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit anggaran yang dipakai membangun flyover tersebut.

Respon cepat juga dilakukan pihak kepolisian yang mendapat perintah langsung dari Kapolda Irjen (Pol) Suntana. Guna mengantisipasi dampak terburuk yang sewaktu-waktu terjadi, Kapolda memerintahkan agar dilakukan survey terpadu yakni memonitor pengerjaan proyek infrastruktur.

Kendati dari hasil tinjauan pemerintah Bandarlampung dan Polda Lampung membenarkan adanya keretakan yang dilihat secara kasat mata, namun belum dapat diketahui penyebab hal itu terjadi apakah berpengaruh terhadap kualitas bangunan atau hanya kerusakan disisi luar saja.

Untuk diketahui bahwa permasalahan yang terjadi dalam pembangunan jalan layang sejak dibangunnya Flyover Kimaja-Ratudibalau. Banyak pihak menduga adanya proses yang tidak mengacu pada spesifikasi seperti item beton yang tidak berasal dari pihak yang memiliki sertifikasi (non-SNI). Masalah itu meluas hingga membuat pihak Kejari Bandar Lampung melakukan penyelidikan namun setelah itu dihentikan tanpa alasan.

Flyover ruas Jl ZA Pagar Alam – Teuku Umar juga sempat membuat heboh masyarakat dan pemberitaan media atas temuan Komisi III DPRD Bandar Lampung yang mengatakan ada keretakan. Alhasil, proses penyelesaian berupa solusi maupun rekomendasi juga tidak ada.
Oleh karena itu, terkait flyover pramuka, setelah dilakukan pengujian oleh tim independen dan audit dari BPK Perwakilan Lampung juga dilakukan penyelidikan bersama oleh kepolisian melalui Polresta Bandar Lampung maupun Kejari Bandar Lampung.

“solusi kongkritnya adalah selain melihat dari segi kelaikan konstruksi, juga dilihat dari sisi hukum apakah terdapat perbuatan melawan hukum seperti indikasi korupsinya, jika ada maka aparat penegak hukum wajib memprosesnya sampai tuntas,” ungkap Pengamat Hukum Unila Yusdianto.(wen)

Post a Comment

0 Comments