ads
Muhammad Ridho Ficardo menyapa warga Branti Raya, Natar, Lampung Selatan.
BRANTI - "Dulu mungkin kami bingung jika ditanya apa yang bisa dibanggakan di tempat kami, Bandara Radin Inten II dulu kondisinya lebih seperti terminal dari pada sebuah bandara. Kalau sekarang, siapa yang tidak bangga dengan Bandara Radin inten II, jangankan kami, masyarakat Se-Lampung pasti Bangga," ujar Samsul, Kamis (29/3/2018) siang.

Samsul adalah warga Desa Branti Raya, Kecamatan Natar yang merasa gembira karena rumahnya kedatangan Gubernur Lampung (non-aktif) Muhammad Ridho Ficardo. Bukan hanya Samsul dan warga Desa Branti Raya saja yang merasa gembira, beberapa warga dari desa sekitar juga ikut berdatangan untuk bertemu dengan Paslon nomor urut 1 di pilgub Lampung mendatang tersebut.

Menurut Ridho Fcardo, Kedatangannya di Desa Branti Raya adalah sebagai bentuk silaturahmi dengan warga kecamatan Natar. Ridho Ficardo juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Natar yang telah mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.

"Saya berterimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Natar atas dukungan pembangunan di Provinsi Lampung. Alhamdulillah atas dukungannya pembangunan Bandara Radin Inten II berjalan Lancar, kedepan saya mohon bantuannya kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Natar ini, mari sama-sama menjaga pembangunan yang telah berjalan, baik itu Bandara, Jalan Tol, dan lain sebagainya," papar Ridho.

Seperti kita ketahui, Gubernur Lampung dan Pemprov telah mengucurkan dana sekitar Rp 408,15 M untuk pembangunan dan revitalisasi Bandara Raden Inten II. Ridho Ficardo menargetkan Bandara Radin Inten II akan menjadi Bandara Internasional dan Embarkasi haji Penuh dalam waktu dekat ini.

Dukungan Pemprov Lampung tersebut, menurut Kepala Bandara Radin Inten II, Asep Kosasih Samapta, menjadikan Bandara Radin Inten II kini naik status menjadi bandara kelas I dan terus dikejar untuk dijadikan Bandara Internasional. Prestasi menggembirakan juga diraih dengan menyabet status sebagai Bandara Percontohan Nasional 2017.

Sementara itu Pak Saimun(68) warga dari Dusun Puluh Raya, Desa Haduyang menyatakan sangat merasakan pembangunan yang dilakukan oleh M.Ridho Ficardo selama 3 tahun belakangan ini.

"Saya sudah tinggal didesa ini dari tahun 1983, mengalami berbagai pergantian pemimpin di Provinsi Lampung. Tapi hanya di masa Pak Ridho yang pembangunannya betul-betul terasa dan terlihat. Selain pembangunan Bandara didaerah kami ini, saya juga banyak mendengar dari saudara-saudara saya yang tinggal didaerah, katanya jalan-jalan sudah banyak yang dibenerin, Terimkasih Pak Ridho," ucap Saimun.


ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours