ads
ilustrasi

Bandarlampung – Kegaduhan yang dialami pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim menggambarkan sebuah persoalan dalam langkah-langkah pemenangan di Pilgub Lampung 2018. Menjelang hari pencoblosan pada 27 Juni 2018, yakni kurun waktu 60 hari kedepan, paslon ini baru saja dihadapkan dengan isu diduga melakukan komunikasi tertentu yang berakibat hasil survei Rakata Institue menguntungkannya.

Persoalan itu masih dalam proses di penyelenggara maupun pengawas pemilu, kini harus menerima keadaan ditinggalkan Konsultan Politik PolMark Indonesia pimpinan Eep Saefulloh terhitung sejak 16 April 2018. Menurut Pendiri PolMark Indonesia Eef Saefulloh, keputusan menghentikan pendampingan Arinal-Nunik didasari alasan-alasan kuat yang telah disampaikan pada tim pemenangan.

Dijelaskan Eep, sebagai lembaga riset dan konsultasi political marketing dan atas nama etika dan profesionalisme itulah alasan penghentian kerjasama tidak diungkap pada pihak-pihak diluar hubungan pertanggungjawaban professional PolMark.

Kemudian, menanggapi informasi yang beredar terkait penghentian kerjasama tersebut, bahkan hingga menuliskan alasan-alasan yang disebar melalui pesan WhatsApss ditegaskannya informasi yang beredar bukan berasal dari pihaknya. Oleh sebab itu, segala informasi yang dimuat diluar tanggungjawabnya.

“Informasi yang beredar terkait alasan penghentian kerjasama PolMark Indonesia dengan paslon nomor 3 dalam sebuah pesan WA tidak ada kaitan dengan kami. Jika benar ada pesan seperti itu maka saya tegaskan pesan itu tidak bersumber dari kami dan sama sekali tidak mewakili pandangan dan kepentingan PolMark Indonesia. Dan karena muatan di dalam pesan itu tidak bersumber dari kami, maka tentu saja kami tidak bertanggungjawab sama sekali atasnya,” jelas Eep Saefulloh.

Isi pesan yang diklarifikasi tersebut, yaitu belum lama ini pesan WhatsApss yang disebar berisi alasan PolMark meninggalkan paslon nomor 3 akibat ada pemodal besar dibelakang majunya Arinal – Nunik sehingga kerja-kerja politik yang dijalankan bertentangan dengan pandangan PolMark. Selain itu, efek domino dari kondisi ini membuat terganggunya strategi politik yang disepakati keduanya.

Melihat situasi paslon ini beberapa bulan sebelumnya memang santer dikait-kaitkan dengan modal besar bahkan media local di Lampung hingga nasional turut memberitakan mengenai hal itu yang juga menimbulkan kecaman dari masyarakat Lampung beserta pegiat sosial politik Lampung melalui aksi demontrasi dan diskusi-diskusi.



ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours