ads
ilustrasi

Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menegaskan dalam menggelar kampanye pasangan calon tidak dibenarkan melibatkan anak-anak. Pasalnya melibatkan anak dalam politik maupun kampanye adalah pelanggaran.
“Jelas pelanggaran kalau kampanye melibatkan anak,” ujar anggota Bawaslu Lampung Adek Asya’ri melalu sambungan telepon, Selasa (3/4).

Sayangnya, Adek belum bisa menjelaskan lebih rinci kategori pelanggaran karena ia meminta agar hal ini ditanyakan terlebih dahulu ke Iskardo P Panggar. “Kalau soal itu coba ke bang iskardo dulu ya nanti baru ke saya, karena kalau saya yang komentar nanti salah jadi habis ke dia baru ke saya ya,” imbuhnya

Peran Bawaslu Lampung dinilai penting dalam mengawasi setiap pelanggaran yang dilakukan paslon agar pemilihan gubernur Lampung dapat berjalan dengan lancar sesuai aturan. Terkait persoalan ini berawal dari kampanye Arinal-Nunik di Jati Mulyo yang menghadirkan artis ibukota Via Vallen. Dalam kampanye itu tampak sejumlah anak kecil ikut menghadiri kampanye.

Komnas Anak Indonesia langsung memberi perhatian khusus pada anak-anak di Lampung supaya tidak ada yang dilibatkan dalam kegiatan politik, maupun kampanye paslon guna menghindari adanya perbuatan yang masuk kategori ekploitasi anak. Sebab, melibatkan anak dalam kampanye menurut Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait dapat dikenakan pidana.

“menurut undang-undang no 35 tahun 2014 sebagai perubahan atas undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kesepakatan Instrumen Internasional Konvensi PBB tentang Hak Anak maka pasangan calon kepala daerah dan panitia penyelenggara kampanye apabila terbukti melibatkan anak dapat dikenakan sanksi pidana penjara,” kata Arist Merdeka Sirait.(wen)

ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours