Libatkan Anak Kampanye, Komnas Anak Desak Paslon Didiskualifikasi

Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait
Jakarta - Menyelenggarakan Kampanye terbuka Pasangan Calon (Paslon) pemimpin daerah dengan menghadirkan pekerja seni dengan berbagai cara konser musik, lomba dan lain-lain sebagai bungkus dari daya tarik menghadirkan massa khususnya anak-anak dibawah usia 17 tahun yang belum mempunyai hak politik untuk memilih, menurut UU RI nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kesepakatan Instrumen International Konvesi PBB Tentang Hak Anak Paslon dan panitia peyelenggara kampanye dapat dikenakan sanksi tindak pidana penjara.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait, Senin (2/4/2018). Menurutnya jika Paslon dengan sengaja membiarkan Panitia Penyelenggara menghadirkan, mendatangkan  dan  melibatkan anak dibawah usia 17 tahun dalam kegiatan politik didalam dan diluar ruang,  baik dengan cara meniruhkan simbol-simbol partai dan meneriakan nama calon dan memakai atribut Paslon dan partai, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU)  dapat  mendiskualifikasi Paslon dan melaporkan tindak pidana pemilunya kepada Kepolisian.

" Inilah salah satu langkah untuk melindungi Anak dari eksploitasi politik yang sedang marak dalam menghadapi Pilkada serentak Juni 2018," ujar Arist Merdeka Sirait.

Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberi tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak mengajak semua Paslon Pemimpin Daerah untuk tidak memanfaatkan atau eksploitasi anak-anak dalam segala bentuk kampanye politik Paslon.

Dan meminta masyarakat untuk memilih  secara cerdas pemimpin daerah pada Pilkada serentak yang peduli anak. Dan demi kepentingan terbaik anak-anak agar orangtua tidak mengajak dan mengikutsertakan dalam kampanye Paslon dengan alasan apapun.

"Keselamatan anaklah yang paling utama. Belajar demokrasi bagi anak bukan dengan cara mencelakan anak dan menanamkan nilai-nilai kebencian pada Anak," tutupnya.

Post a Comment

0 Comments