ads
ilustrasi

Bandarlampung – Pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung Brigadir Jenderal (Pol) Tagam Sinaga mengatakan Lapas Sarang Narkoba dinilai tidak etis. Pasalnya pernyataan yang dilontarkan seperti menyamakan antara sarang narkoba dengan lapas yang merupakan tempat dibinanya ribuan bahkan jutaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dibawah naungan negara yakni Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham RI.

Motif pernyataan keras tak pantas ini dapat berimbas terhadap eksistensi lembaga dan badan yang notabene sama-sama memiliki tugas penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. Akibatnya, para warga binaan yang berhasil dimintai tanggapan baik secara langsung maupun melalui kerabatnya merasa terluka oleh ucapan pemimpin tertinggi BNN di Lampung itu.

“Lapas itu kan tempat tahanan dan napi dibina oleh negara dengan berbagai latarbelakang sosial, ekonomi dan tindak pidana yang dilakukan. Artinya tidak semua sebagai Bandar narkoba atau melakukan tindak pidana narkoba, dan disebut sarang narkoba sangat kami sesalkan karena seolah yang dibina disini berkecimpung dalam urusan yang disebut Kepala BNN,” kata kerabat salah satu warga binaan di Lapas Way Huwi, Lampung Selatan, Jumat (13/4)

Untuk itu, agar mengklarifikasi ucapannya walaupun ia meyakini mampu membuktikan apa yang diucapkan saat pemusnahan barang bukti narkoba kemarin, namun lebih tepat bila ia bergerak dahulu baru kemudian berbicara.

Belum lama ini, Kepala Kantor Wilayah Lampung Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Bambang Haryono menegaskan, pihaknya tidak akan kompromi dengan segala bentuk pelanggaran di dalam pembinaan warga binaan. Tidak hanya pelanggaran barang remeh temeh tapi juga pelanggaran berat seperti narkoba juga ditindak tidak ada toleransi dan sepenuhnya diserahkan pada aparat penegak hukum.

“kalau ada indikasi napi narkoba kembali terlibat narkoba silahkan ditindak tapi jangan isu jangan juga katanya, harus dibuktikan. Kita terbuka ya,” kata dia.

Seperti diketahui, di Lapas memiliki sistem keamanan dan pengawasan yang memadai guna mengantisipasi adanya pergerakan dan peredaran narkoba yakni dengan kamera pengawas disetiap sudut, pagar, pintu utama hingga area belakang sehingga setiap aktifitas petugas, pengunjung bahkan narapidana dapat diawasi.

Hal itu tidak hanya sebatas pengawasan Lapas saja namun terkoneksi langsung ke Kemenkumham RI sehingga pihak Ditjenpas bisa memantau kapan saja aktifitas petugas dan warga binaan. Kamera pengawas tersebut juga aktif 24jam sepanjang tahun dan dapat diputar kembali apabila terdapat pertanyaan terkait aktifitas pada hari dan jam yang dicurigai.(wendri)

ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours