ads
Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto memenuhi panggilan Bawaslu Provinsi Lampung.
Bandarlampung – Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto mendadak irit bicara usai menjalani pemeriksaan terkait hasil survey yang menimbulkan kegaduhan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawaslu Lampung ini dalam rangka klarifikasi atas sejumlah polemik yang belakangan meluas menjadi perbincangan masyarakat diantaranya hasil survey yang dianggap merugikan dan menguntungkan salah satu Paslon, metodologi yang dipakai dan lain sebagainya.


Eko memenuhi panggilan Bawaslu bersama rekannya dengan mengendarai mobil. Dengan memakai baju batik bermotif, celana dasar serta sepatu pantopel Eko mengikuti proses pemeriksaan hingga selesai. Meski terlihat kooperatif memenuhi selama pemeriksaan berlangsung, sangat disayangkan Eko tidak banyak bersuara saat dikonfirmasi awak media. Padahal para awak media sejak awal menunggu hingga pemeriksaan selesai.

Disinggung mengenai sumber pendanaan lembaga survey yang dipimpinnya, Eko mengatakan terkait pendanaan sudah dijelaskannya dalam pemeriksaan tanpa menjawab substansi pertanyaan wartawan. “Sudah saya jelaskan di dalam,” kata Eko, Jumat (20/4).

Begitu juga saat diminta penjelasan mengenai hasil survey yang disinyalir telah menguntungkan salah satu pasangan calon gubernur Lampung. “Sudah saya jawab semua tadi didalam ruangan tadi,” ucapnya singkat

Kendati ulahnya telah membuat gadung situasi politik dalam hal opini publik, Dosen UIN Raden Intan Lampung ini tetap mengaku yakin lembaganya dapat mengikuti proses hitung cepat (Quick Caunt) pada 27 Juni 2018 mendatang. “kenapa tidak,” katanya.

Disisi lain, masih dalam rangkaian polemik yang disebabkan Rakata Institute, Eko juga harus menerima bahwa pada Senin (23/4) dirinya akan di demo oleh ratusan wartawan Lampung yang mengecam ucapannya yang ditulis di media sosial facebook. Ucapan tersebut dinilai melecehkan wartawan.


ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours