ads
Ilustrasi 
RAMANUTARA - Puluhan tahun ”ditinggal” pemimpin, warga Rejo Binangun, Raman Utara Lampung Timur menilai langkah Chusnunia Chalim atau yang akrab disapa Nunik dalam kancah Pilgub sebagai ‘pelarian’.

Bupati perempuan pertama yang sedang berlaga pada Pilgub Lampung tersebut, awalnya dianggap sebagai penerus rencana pembangunan infrastruktur yang terhenti. “Namun langkahnya tidak membuat kami simpatik. Kami percayakan infrastruktur kami pada beliau. Tapi nyatanya kami kembali ditinggal. Gak berbeda jauh dengan pemimpin sebelumnya. Manis didepan saja,” ujar Siswanto warga Rejo Binangun yang berprofesi sebagai petani buah naga tersebut.

Tak berbeda jauh dengan Sutowo, tokoh Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lamtim, Sutowo. “Ya kita lebih pada menghargai lah, biar bagaimana pun dia (Nunik) adalah bupati. Tapi kalau berbicara pembangunan khususnya infrastruktur ya tidak ada apa apanya di kecamatan Raman Utara ini. Dari Simpang NV masuk, jalannya semakin tak terawat. Mungkin dia sibuk nyalon,” ujarnya.

Sotowo menyesalkan langkah Nunik untuk ikut dalam kancah Pilgub. Mengingat janji politik dulu tidak ada yang terealisasi. “Kalau sudah maju kan gak bisa mundur. Kalau sudah ada mau yang gak mungkin berhenti. Tapi kami sangat menyayangkan langkahnya. Saya rasa cukuplah dia kembali ke Lampung Timur saja nanti,” ujarnya dilansir dari PeNa.
ads
Share To:

Bloggersstand

Hello everyone

Post A Comment:

0 comments so far,add yours